You are here
Home > Traveling >

Tragedi Pantai Batu Bengkung Malang, 2 Korban Dinyatakan Masih Hilang

Tragedi Pantai Batu Bengkung Malang 2 Korban Dinyatakan Masih Hilang
Bagikan Artikel Ini

Tragedi Pantai Batu Bengkung terjadi pada Rabu 26 Mei 2021 menimpa rombongan wisatawan asal Mojokerto cukup menggegerkan masyarakat setempat.

Saat kejadian, terdapat tiga rombongan yang sedang melakukan wisata. Salah satu rombongan wisatawan yang mengalami kecelakaan di pantai tersebut terdiri dari 8 mahasiswa.

Mahasiswa tersebut berasal dari Institut KH. Abdul CHaliam Mojokerto, tiba-tiba disapu ombak saat akan melakukan selfie.

Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa naas terjadi, para mahasiswa tersebut bermalam di pantai yang berlokasi di Desa Gajahrejo, Gedangan, Malang, Jawa Timur.

Tragedi Pantai Batu Bengkung Malang Viral

Peristiwa kecelakaan laut yang cukup mengenaskan tersebut terjadi pada Rabu 26 Mei 2021. Saat kejadian terdapat tiga rombongan wisatawan yang menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut.

Ketiga rombongan tersebut memiliki alamat yang berbeda. Rombongan pertama terdiri dari mahasiswa serta mahasiswi yang berasal dari Institut KH Abdul Chalim, Pacet Mojokerto. Rombongan mahasiswa ini diketahui berangkat dari Asrama Amanatul Ummah Pacet, Mojoketo.

Selanjutnya rombongan mendirikan tenda camping di pinggir pantai. Berdasarkan data dari Polairud Polres Malang serta Polsek Gedangan, 8 orang dari rombongan ini atas nama Irfan Ramadhani Firdana Safitri, M Ridlo Al Hafiz, Neneng, Maulana, Fikri, Azizah serta Ira Aprilia Kartini.

Untuk rombongan kedua adalah wisatawan dari Mojokerto Kota. Rombongan tersebut terdiri dari satu keluarga. Mereka terdiri dari pasangan suami istri Darno (43) serta Eka Margayanti (30) yang beralamat Jalan Panggerman, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Pasangan suami istri tersebut datang dengan menggunakan satu mobil bersama anak kandung bernama Octo Bima Anandito, Moch Revio, serta Aprilia Dwi Wijayanti. Sementara dalam satu rombongan tersebut juga tersebut turut tetangga mereka yang bernama Linda Privita Sari (26) .

Dalam kejadian naas di Pantai Batu Bengkung ini, Aprilia serta Linda turut tersapu ombak. Dalam peristiwa ini Aprilia berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke puskesmas Sitiarjo. Sedangkan Linda ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara rombongan ketiga adalah wisatawan yang berasal dari kota Batu. Rombongan ini datang ke pantai Batu Bengkung dengan menggunakan 2 mobil dengan 16 penumpang.

Dari rombongan tersebut, terdapat satu orang yang turut menjadi korban dan hingga kini jasadnya belum diketemukan. Korban tersebut atas nama Dimas Reza 21 tahun warga Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. sedangkan untuk 15 orang lainnya selamat.

Kronologi Tragedi Pantai Batu Bengkung Malang

Peristiwa naas ini berawal dari kedatangan rombongan dari Mojokerto berjumlah 8 orang untuk menginap di Pantai Bengkung. Menurut para saksi, rombongan berasal dari Institut KH Abdul Chalim. Rombongan masuk ke pantai Batu Bengkung pada pukul 18.000, Selasa 25 Mei 2021 dengan menggunakan 4 sepeda motor. Kemudian, rombongan lalu mendirikan tenda untuk beristirahat hingga pagi harinya.

Saat pagi tiba, sekitar pukul 06.00 WIB, 6 orang diantara mereka menuju ke arah Gunung Batu Bengkung untuk berfoto selfie dengan background moment sunrise. Selanjutnya 3 orang diantaranya terlebih dahulu akan kembali ke tenda serta sisanya masih pada di lokasi foto.

Namun tidak disangka-sangka dalam perjalanan kembali menuju tenda, datang ombak besar dengan ketinggian kurang lebih 3 meter menyapu korban yang masih bertahan di lokasi. Para korban pun  terseret ombak yang datang dari arah timur ke barat.

Menurut saksi bernama Yasin yang mengetahui kejadian ini teman korban yang lain langsung meminta bantuan SAR serta menolong para korban.

Dengan bantuan Tim SAR, tiga orang dapat di angkat ke daratan dengan kondisi 2 orang meninggal dunia satu kritis dan tiga lainnya masih belum dapat ditemukan. Hingga Rabu siang, personel gabungan dari PMI serta Tim Sar masih terus melakukan pencarian.

Sebelumnya, 1 korban meninggal atas nama Azizah 21 tahun telah berhasil ditemukan serta diidentifikasi pada pukul 07.00 WIB, Rabu pagi. Sedangkan 2 orang lainnya atas nama Maulana Muhammad Al Faridzi dan Fikri masih dalam proses pencarian.

Upaya Pencarian Korban Oleh Tim SAR Gabungan

Atas peristiwa ini, Tim SAR dibantu dengan Polsek Gedangan, Koramil Gedangan serta sejumlah elemen masyarakat serta pengelola tempat wisata terus berupaya maksimal dalam melakukan pencarian.

Semua pihak terus berupaya melakukan pencarian terhadap semua korban yang hingga kini belum di temukan. Yakni Maulana Muammad Al Faridzi (20) asal Riau yang merupakan rombongan wisatawan mahasiswa serta Dimas Reza (20) wisatawan asal Kota Batu. Setidaknya terdapat tujuh titik yang menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.

Mengenal Pesona Pantai Batu Bengkung Malang

Terlepas dari tragedi yang mengenaskan yang terjadi beberapa hari lalu, Pantai Batu Bengkung merupakan salah satu pantai di Kota Malang yang menyimpan pesona yang luar biasa. Bahkan pantai ini memperoleh sebutan sebagai Raja Ampat ala Malang.

Maka tidak heran jika dalam setiap harinya, pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung terutama saat musim liburan tiba. Untuk dapat ke pantai cantik ini anda harus menempuh jarak sekitar 64km dari kota Malang, Dengan waktu tempuh kurang lebih hingga dua jam.

Akan tetapi rasa lelah anda akan terbayar jika sudah sampai pada Pantai Batu Bengkung ini. Selain deburan ombak yang sangat mengagumkan, pantai ini juga mempunyai banyak gugusan karang yang membentang di antara dua bukit.

Gugusan karang tersebut dapat melindungi pantai dari hempasan ombak laut selatan. Dengan adanya gugusan karang di depan pantai inilah maka Pantai Batu Bengkung memperoleh julukan Raja Ampatnya Kota Malang.

Selain menawarkan keindahan gugusan karang, pantai ini juga menyuguhkan keindahan lain yang dapat anda saksikan. Salah satunya adalah memiliki kolam air asin yang merupakan dampak sari air laut yang pasang. Sehingga anda pengunjung pun tidak dapat menemukan kolam tersebut setiap saat.

Selain itu, anda juga dapat menyaksikan keindahan hamparan pasir putih yang sangat luas. Pada sore hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari tenggelam atau sunset.

Pantai ini mampu menghadirkan keindahan sunset yang sangat luar biasa yang tidak akan anda temukan di pantai lain. Pasalnya Pantai Batu Bengkung merupakan salah satu pesisir yang menghadap langsung ke arah barat.

Meskipun memiliki beragam keindahan yang disuguhkan pada Pantai Batu Bengkung Malang, akan tetapi para pengunjung juga tetap harus hati-hati dan waspada dengan bahaya yang mengancam. Seperti yang telah terjadi pada tragedi beberapa hari yang lalu, yang mampu memberikan pelajaran kepada kita semua agar lebih hati-hati dan waspada saat berwisata dimanapun berada.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top