You are here
Home > Berita Nasional >

Informasi Mengenai Seluruh Gerai Giant Tutup Beserta Sejumlah Fakta Menariknya

Seluruh Gerai Giant Tutup
Bagikan Artikel Ini

Belakangan marak beredar kabar yang menyebutkan bahwa perusahaan bernama Supermarket Tbk atau yang sering dikenal dengan sebutan Hero Group. Akan melakukan penutupan terhadap salah satu merek produk yang dimilikinya. Dimana hal tersebut bakal dilakukan per bulan Juli 2021 mendatang. Terkait sebab seluruh gerai Giant tutup, karena pemilik memilih untuk lebih fokus dalam melakukan pengembangan bisnisnya yang lain.

Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh saudara Patrik Lindvall selaku Presiden Direktur dari perusahaan tersebut. Bahwa strategi atau langkah yang diambil itu dimaksudkan sebagai wujud adaptasi. Terhadap pola dinamika yang terdapat di pasar serta perubahan tren yang dilakukan oleh para pelanggan. Berikut informasi tentang ditutupnya gerai Giant secara keseluruhan:

Sejarah Giant

Pada mulanya produk dengan nama Giant ini berasal dari negara tetangga Malaysia. Seiring berjalannya waktu, produk tersebut mulai dikembangkan di Singapura dan juga Indonesia. Untuk yang berada di tanah air, Giant diketahui dibesarkan oleh sebuah perusahaan dengan nama Hero Group. Hingga semakin melebarnya sayap yang dimiliki sampai berubah menjadi Giant bagi segmen dalam bisnis hypermarket.

Pembukaannya pertama kali dilakukan di sebuah Villa bernama Melati yang ada di daerah Tangerang pada 2002 silam. Oleh perusahaan ini dijadikan salah satu kekuatan pendukung dalam bidang ritel. Sampai pada bertambahnya saham yang dimiliki bahkan mencapai level internasional. Diketahui bahwa perusahaan ini telah memiliki pekerja yang mencapai 13.700 pegawai.

Angka tersebut didapatkan per tanggal 30 bulan Juni tahun 2012 lalu. Dengan total gerai Giant untuk versi Hypermarket berjumlah 43 unit serta ditambah beragam gerai lainnya. Lalu di tahun 2013 nama gerai ini dilakukan perubahan identitas. Bagian Giant Hypermarket berubah jadi Giant Extra, sementara yang dibagian Supermarket diubah jadi nama Giant Express.

Persaingan Serta Pola Belanja

Pada tanggal 28 bulan Juli 2019 lalu yang diwakilkan oleh Hadrianus Wahyu T, selaku Direktur perusahaan HERO. Memberikan pembenaran atas dilakukan penutupan gerai Giant yang dinaunginya. Misalnya seperti yang terjadi pada lokasi Jatimakmur, lalu ada juga di Mampang, Cibubur dan lainnya.

Disinyalir hal ini diakibatkan karena meningkatnya persaingan dalam dunia ritel makanan serta pola konsumen yang berubah. Hadrianus juga mengungkapkan bahwa perkara tersebut membutuhkan penanganan dengan segera. Misalnya melalui pola adaptasi akan hal itu supaya tetap dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Contohnya dengan melakukan penyegaran kembali perihal tawaran untuk pelanggan.

Perubahan Yang Dilakukan

Berita yang membahas tentang seluruh gerai Giant tutup diketahui tidak terlepas dari perubahan yang telah dilakukan. Diantaranya semisal IKEA, dengan harapan dapat menjadi tambahan atas aksesibilitas para pelanggan. Diinformasikan juga bahwa perubahan akan hak milik dari sejumlah gerai terhadap pihak ketiga masih dilangsungkan.

Menurut penjelasan saudara Patrik, layaknya jenis usaha lainnya, pihaknya tetap melakukan adaptasi terkait dinamika serta pola pasar yang bermain. Tidak lupa mengenai tren yang sedang populer di kalangan para pelanggan saat ini. Hal yang dimaksudkan disini juga menyangkut tren dalam skala global.

Fakta Ditutupnya Semua Gerai Merk Giant

Dengan beredarnya berita terkait seluruh gerai Giant tutup yang diketahui milik dari sebuah perusahaan bernama HERO Group. Dimana pihak perusahaan lebih memilih untuk mengembangkan bisnisnya yang lain seperti merek dengan nama Guardian, IKEA dan sebagainya. Tentunya terdapat beberapa jumlah fakta menarik perihal dilakukan penutupan tersebut seperti yang ada di bawa ini:

1. Dimulai Tanggal 1 Bulan Juli 2021

Dengan melakukan perubahan di 5 bagian gerai yang dimiliki menjadi IKEA, bertujuan untuk memberikan tambahan terhadap aksesibilitas konsumen. Hingga kabar atas seluruh gerai Giant tutup di akhir bulan Juli mendatang diketahui telah menyebar luas. Meskipun terkait pengalihan terhadap hak milik pada pihak ketiga masih dalam tahap diberlangsungkan.

2. Perubahan Menjadi Hero Supermarket

Fakta lain terkait seluruh gerai Giant tutup adalah telah dilakukan perubahan di sejumlah unit gerainya. Dimana perusahaan HERO masih dalam tahap pertimbangan perihal nama baru menjadi Hero Supermarket. Hal tersebut sebagaimana yang diutarakan oleh sang Direktur dari perusahaan tersebut yang bernama Hadrianus Wahyu T. Dalam acara keterbukaan terhadap informasi BEI pada hari Selasa Tanggal 25 kemarin.

Alasan Ditutup

Terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi seluruh gerai Giant tutup beberapa waktu mendatang. Salah satunya adalah pihak perusahaan lebih mengutamakan pada hal pengembangan terhadap jenis usahanya yang lain seperti IKEA. Ada juga produk lainnya yakni Hero Supermarket, tidak ketinggalan adalah Guardian.

Dimana produk inilah yang menurutnya mempunyai potensi pasar atau nilai pertumbuhan yang tergolong lebih tinggi. Dengan angka yang ditargetkan selama kurun waktu sekitar dua tahunan untuk produk dari merek Hero Supermarket mencapai empat kali lipat IKEA. Sementara untuk gerai dengan merek Guardian ditargetkan di tahun 2022 ke depan dapat membuka sampai pada 100 unit baru.

Dampak Penutupan

Salah satu hal yang cukup berdampak atas seluruh gerai Giant tutup tidak lain terjadi pada para pegawai. Diketahui memang orang yang bekerja di perusahaan ini tidaklah sedikit. Untuk itu nasib para pekerja tersebut banyak dipertanyakan. Adapun penjelasan yang diberikan oleh pihak perusahaan yang diwakilkan oleh saudara Diky Risbianto.

Mengungkapkan bahwasanya belum diketahui seberapa banyak jumlah pegawai yang bakal ikut terdampak akan terjadinya penutupan tersebut. Untuk itu pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lengkap perihal perkara itu. Mengingat hal tersebut masih tergantung oleh perusahaan yang akan melakukan perubahan lini atau mengalihkan hak milik atas merek tersebut.

Hal lain yang cukup menjadi perhatian atas kejadian seluruh gerai Giant tutup di akhir bulan Juli mendatang adalah dampak yang ditimbulkan. Hal tersebut pun membuat Nurwan ikut memberikan tanggapannya selaku Dirjen Perdagangan. Dalam penuturan yang diutarakan, dirinya mempunyai harapkan agar penutupan yang dilakukan tersebut tidak merambah pada sektor yang lain seperti penyaluran produk dari UMKM.

Demikian pembahasan terkait seluruh gerai Giant tutup beserta fakta menariknya. Produk ini pertama kali muncul di Malaysia, kemudian merambah ke Indonesia serta Singapura. Diantara penyebab dari ditutupnya merek produk milik perusahaan HERO Group ini. Salah satunya dikarenakan ingin fokus pada merek yang dinilai mempunyai pertumbuhan tergolong lebih tinggi, layaknya IKEA, Guardian dan lainnya.

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top