You are here

Situs Baru Donald Trump Dibuka Setelah Diboikot Banyak Medsos

Situs Baru Donald Trump
Bagikan Artikel Ini

Diblokir banyak media sosial, Presiden AS ke-45 meluncurkan situs baru Donald Trump. Salah satu menu di website itu adalah From The Desk of Donald J Trump yang terhubung ke Twitter dan Facebook. Artinya, ia tetap bisa memposting apapun bahkan lebih leluasa. Baru-baru ini, sudah ada postingan provokatif yang diluncurkan terkait kritik pedas ke Partai Republik.

Hal ini memicu reaksi dari banyak pihak terutama medsos yang memblokir akun millionaire property itu. Pasalnya, mereka tidak bisa melarang orang untuk membagikan konten-konten dari website Donald Trump karena akan berbenturan dengan kebijakan media sosial itu sendiri.

DonaldJTrump.com, Platform Bicara Baru Trump

Sejak kalah dalam pemilihan Presiden beberapa waktu lalu, tampaknya perseteruan demi perseteruan terus menjadi bagian dari hari-hari Donald Trump. Hampir semua platform media sosial ramai-ramai memboikot akun miliknya karena ditengarai memposting hal yang berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait pemilu 2021.

Belum lagi provokasi yang dilakukannya kepada para pendukungnya untuk menggeruduk Capitol Hill pasca kekalahan di Pilpres. Inilah yang ditengarai jadi puncak mengapa akun medsos Trump akhirnya dinonaktifkan permanen oleh Facebook serta Twitter. Trump sendiri diketahui banyak menggunakan media sosial untuk berkampanye dan mengeluarkan statement.

Donald Trump tampaknya tidak bisa dihentikan untuk bersuara dan web page milik sendiri adalah solusinya saat ini. Ia mengatakan kalau platform ini merupakan tempatnya bisa bicara secara aman. Ditambahkannya soal aksi boikot akun miliknya adalah mencoreng demokrasi dan kebebasan berpendapat di Amerika.

Di web barunya ini, semua konten bisa diberi like serta dibagikan lagi ke Twitter dan Facebook oleh user lain. Senior adviser untuk Trump mengatakan kalau platform baru ini akan menjadi sesuatu yang besar namun bentuknya bukan social media. Sedangkan menurut Kara Swisher, kolumnis teknologi New York Time apa yang dimiliki Donald Trump adalah sebuah blog.

Situs baru Donald Trump ini dibangun oleh Campaign Nucleus yang notabene perusahaan digital services besutan Brad Parscale, mantan manajer kampanye Trump. Mayoritas postingan di platform baru ini masih seputar klaim tentang kecurangan Pilpres Amerika lalu. Meluncur tak lama setelah boikot Facebook, web page ini diklaim akan menjadi corong bicara baginya.

Tanggapan Sejumlah Media Sosial

Situs baru Donald Trump juga berpotensi mendapat takedown jika berkaca dari jejak digitalnya di internet. Mayoritas platform tidak mengijinkan user untuk pindah ke akun alternatif untuk membuat postingan. Inilah yang dijadikan dasar oleh twitter dan Facebook ketika ada account yang ditengarai menutupi penangguhan akun Trump.

Twitter pun menanggapi situs baru Donald Trump ini dan mengatakan kalau selama materi konten tidak bertentangan dengan aturan Twitter, maka hal itu boleh saja. Tapi ditambahkan lagi jika membagikan postingan yang berasal dari web page seseorang yang di banned akan mencederai aturan Twitter.

Disisi lain, Facebook belum memberikan statement ketika ditanya bagaimana jika ada usernya yang membagikan link postingan dari web page Trump. Terlepas dari ini semua, satu hal yang pasti adalah situs baru ini nantinya bakal tetap membuat jagad maya panas.

Perang Trump vs Media Sosial

Setidaknya selama enam bulan kedepan, taipan Amerika ini tidak akan bisa menggunakan Facebook. Ini menyusul keputusan account suspend dari social media ternama ini kepada Donald Trump akibat postingannya di 6 Januari lalu. Dewan Pengawas Facebook memberi rekomendasi terkait suspend ini tapi juga mempertimbangkan kapan waktu yang tepat akun Trump dibuka lagi.

Sedangkan Twitter yang kerap dijadikan corong politik dan segala statement Trump selama masa kampanye dan menjabat telah memboikotnya secara permanen. Padahal, ia memiliki sekitar 88 juta follower di medsos yang satu ini. Jubir Twitter mengatakan kalau sah-sah saja mengutip konten sebuah website asalkan tidak bertentangan dengan aturan Twitter.

Sebelum insiden Capitol Hill, Twitter sudah pernah menghapus postingan Trump yang berisi konten provokatif. Tweet-tweet yang diluncurkan oleh Donald Trump dinilai semakin menaikkan tensi para pendukungnya dan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

YouTube juga dikabarkan memboikot channel milik mantan Presiden AS ke-45 itu namun mempertimbangkan untuk membukanya kembali jika resiko violation berkurang. Akibat aksesnya ke media sosial dihalangi, Trump memilih untuk memanfaatkan website miliknya agar ia bisa bebas bersuara seperti biasanya.

Sebelumnya, Snapchat juga dikabarkan memboikot akun milik Trump. Namun akhirnya diputuskan untuk memblokir selamanya account dengan alasan keselamatan publik. Manajemen Snapchat menambahkan kalau ini adalah keputusan yang sangat tepat.

Masih Bernafsu Maju Pilpres Amerika

Walaupun belum secara terang-terangan, namun sinyal itu sudah ada. Tak lain adalah di web page nya sendiri yang sejak dari laman utama sudah menunjukkan arah ke pencalonan kembali. Di bagian atas halaman ada video berdurasi sekitar 30 detik yang intinya adalah setelah lama berdiam, kebebasan bangkit di tempat orang bisa bebas bicara dan aman, From the Desk of Donald J Trump.

Lebih lagi, di bagian kiri ada kolom yang bahkan masih membubuhkan embel-embel “President Trump”. Isinya kurang lebih adalah “ Ingin mendapat notifikasi ketika Presiden Trump mengirim pesan?” lalu ada tombol Join Now disana. Jelas ini lampu hijau yang mengisyaratkan ia akan berlaga lagi di Pilpres 2024.

Sampai sekarang pun sebenarnya Trump belum pernah memberi pengakuan kalau dirinya memang kalah dan Joe Biden lah yang menang. Tidak ada ucapan apa-apa dari mantan Presiden untuk Biden dan ini hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya di Amerika. Yang ada justru kritik demi kritik untuk Joe Biden yang sebelumnya menghabiskan karirnya di Senat.

Dirinya yakin kalau peluangnya maju dan menang di Pilpres mendatang sangat besar. Walaupun belum ada statement apa-apa, ia mengatakan kalau akan membenahi dan memperkuat Partai Republik dulu. Setelahnya, barulah dirinya bersama partai akan mengambil alih kendali DPR serta senat pada pemilihan di 2022.

Yang membuatnya makin percaya diri adalah bahwa dari setiap survei atau jajak pendapat mayoritas ingin dirinya kembali. Keyakinannya inilah yang juga memicu kerusuhan jelang Kongres penetapan pemenang pemilu lalu. Trump mengeluarkan statement kalau pilpres telah dicurangi dengan cara yang sistematis dan luas. Situs baru Trump tampaknya akan terus mengeluarkan pernyataan seperti ini.

Sumber:

*https://www.bbc.com/news/technology-56989500

**https://www.politico.com/news/2021/05/04/trump-website-facebook-485370

***https://www.liputan6.com/global/read/4550338/dicekal-twitter-dan-facebook-donald-trump-kini-bersuara-di-blog

****https://www.aljazeera.com/economy/2021/5/4/trump-launches-new-website-ahead-of-facebook-ruling

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top