You are here
Home > Berita Nasional >

Mengenal Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi

Mengenal Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Banyuwangi serta keindahan alamnya menjadi hal terpenting kenapa kawasan ini banyak disukai oleh pelancong lokal maupun mancanegara. Tidak kalah dengan pulau di sebelahnya, Bali, Banyuwangi pun kaya dengan wisata alam dan budayanya. Salah satunya adalah Desa Wisata Osing Kemiren.

Pengalaman wisata budaya bisa Anda rasakan saat berkunjung ke Desa Wisata Osing Kemiren. Desa seluas 177.052 hektar ini sudah dijadikan selaku Desa Wisata Adat oleh pemerintah Banyuwangi. Nama ‘Kemiren’ sendiri nyatanya berasal dari kata ‘Kemirian’, hal ini disebabkan oleh banyaknya pohon kemiri, aren, dan durian yang tumbuh di dalam desa tersebut.

Di dalam Desa Kemiren Anda bisa berjumpa dengan suku asli Banyuwangi, yakni Suku Osing. Tidak aneh bila di desa ini Anda dapat berkenalan lebih jauh mengenai adat istiadat serta kebudayaan desa setempat.

Cara Menuju Desa Wisata Osing Kemiren

Desa yang masih memegang kuat nilai adat dan budaya ini terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Penduduk di desa ini mempunyai budaya yang khas dan identik. Oleh sebab keunikannya itulah desa ini dijadikan selaku Cagar Budaya dan Desa Wisata.

Nah, untuk sampai ke Osing Kemiren, Anda dapat memilih naik pesawat yang menuju ke Bandara Blimbingsari. Tidak usah khawatir, jarak antara bandara dengan Desa Kemiren cuma menghabiskan waktu selama sekitar 35 menit dengan akses jalan yang bagus dan mudah.

Perjalanan yang akan Anda tempuh nyaris sama dengan rute yang menuju ke Kawah Ijen. Anda dapat memilih untuk menggunakan sewa mobil, kendaraan  pribadi atau transportasi umum seperti taksi.

Aktivitas di Desa Wisata Osing Kemiren

Menyambangi Desa Wisata Osing Kemiren dapat memberikan Anda pengalaman liburan baru yang mengesankan. Demikian tiba di desa ini, Anda akan merasakan langsung bagaimana masyarakat Suku Osing hidup sejalan dengan adat istiadat dalam sehari-harinya.

Berikut ini beberapa aktivitas yang dapat Anda lakukan saat berkunjung ke Desa Kemiren.

Berkenalan dengan Suku Osing

Mayoritas penduduk desa ini adalah masyarakat Suku Osing yang bermata pencaharian sebagai petani. Mereka ada yang menanam padi dan kopi. Anda dapat ikut membantu menanam padi, membajak sawah, belajar menyangrai, menumbuk, mengemas biji kopi tradisional sampai siap untuk dijual. Bila Anda suka dengan alat musik, Anda bisa mencoba memainkan alat musik seperti Angklung Paglak khas Banyuwangi.

Menyaksikan Upacara Adat Barong Ider Bumi

Atraksi barong adalah salah satu adat khas dari desa ini yang bisa disaksikan dalam Upacara Adat Barong Ider Bumi. Ritual ini dilaksanakan sebagai permohonan kesuburan kepada Sang Maha Kuasa dan untuk mengusir bahaya atau wabah.

Ritual yang sudah ada sejak 1940-an inipun dipercaya bisa mensucikan diri dari segala kesalahan yang pernah dilakukan selama setahun. Arak-arakan Barong Ider Bumi diadakan sekali dalam setahun pada hari kedua bulan Syawal.

Belajar Tarian Gandrung Banyuwangi

Tarian Gandrung adalah tarian terkenal yang menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi. Bila Anda berkunjung ke Desa Wisata Osing Kemiren dapat menyaksikan penampilan Tarian Gandrung di Sanggar Genjah Arum.

Hal unik dari tarian ini yakni bila Anda sampai memperoleh uluran selendang dari sang penari maka Anda harus naik ke atas panggung untuk ikut serta menari. Tarian lincah yang lazimnya dibawakan oleh tiga orang penari ini umumnya dilaksanakan dalam acara khitanan, pernikahan, menyambut musim panen raya dan perayaan lainnya.

Belajar Seni Batik Tulis Osing

Banyuwangi pun dikenal akan seni batiknya. Masyarakat di Desa Kemiren menghasilkan batik tulis Osing yang ditulis biasanya oleh para sesepuh. Masyarakat Osing memperlakukan batik dengan amat baik. Mereka memasukan kain batik tersebut ke dalam toples untuk menjaga gangguan batik dari luar dan menampilkannya pad saat hari raya. Umumnya batik yang disimpan dalam toples adalah batik warisan yang bernilai tinggi dari sesepuh.

Batik tulis Osing ini termasuk cukup langka karena tidak menyediakan banyak motif dan warna sehingga harganya relatif mahal. Di sini Anda dapat ikut belajar membatik dari para ahlinya.

Festival Ngopi Sepuluh Ewu

Desa Wisata Osing Kemiren yang dikenal dengan produksi Kopi Kemirennya ini ternyata memiliki Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Acara ini dikhususkan bagi penikmat dan pecinta kopi di Banyuwangi.

Tradisi ini tidak cuma mempertunjukkan seduhan kopi khas Kemiren, namun pula nilai filosofis yang terdapat di setiap cangkirnya. Festival ini diadakan oleh Desa Kemiren sebagai tanda penghormatan terhadap pengunjung dengan menyajikan kopi yang sudah jadi bagian dari kehidupan warga desa.

Nah, dari info tentang kebudayaan Desa Wisata Osing Kemiren di Bayuwangi tadi, tentu Anda semakin tidak sabar untuk berkenalan langsung dengan Suku Osing. Atau tidak sabar ingin mencicipi dan membawa pulang buah tangan Kopi Kemiren?

Leave a Reply

Top