You are here
Home > Otomotif >

Rencana Mobil Listrik Tesla yang Akan Masuk Indonesia

Mobil Listrik Tesla
Bagikan Artikel Ini

Produsen mobil listrik Tesla akan melakukan kunjungan ke Indonesia, itulah yang diungkapkan Luhut Binsar Pandjaitan. Rencananya Tesla melakukan kunjungan di Januari – Februari 2021, tanggalnya belum bisa dipastikan.

Kunjungan Tesla dalam rangka membahas investasi kendaraan listrik Indonesia. Luhut mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi produsen Kendaraan listrik dengan basis baterai atau KBLBB. Ini bisa dilihat dari banyaknya investor yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia.

Selain mobil listrik Tesla, Hyundai juga sempat melirik Indonesia sebagai tempat untuk memproduksi KBLLB. Luhut mengatakan sumber daya nikel di Indonesia yang melimpah merupakan kunci dan modal utama pembangunan baterai.

Luhut juga menjelaskan bahwa KBLBB bisa menjadi solusi menekan defisit neraca perdagangan karena impor BBM yang tinggi. Sementara di sisi lain, Indonesia mempunyai pasokan energi listrik yang melimpah namun belum bisa dioptimalkan.

Sejarah Tesla

Di tahun 1900 an, mobil listrik mendominasi hampir sepertiga kendaraan di Amerika Serikat. Asal usul mobil listrik dimulai saat tahun 1800 an saat teknisi asal Inggris, Robet Anderson mengembangkan kereta listrik untuk pertama kalinya.

Kemudian di tahun 1890, William Morison memperkenalkan mobil listrik pertama. Saat itu mobilnya populer dan sempat dijadikan taksi hingga mobil balap. Namun, popularitas mobil listrik perlahan menurun memasuki tahun 1920 an salah satu faktornya karena kehadiran pebisnis Henry Ford.

Ford menggunakan teknik produksi mobil yang mengandalkan permintaan dan tidak menimbun bahan baku atau yang dikenal dengan istilah Fordism. Mobil bensin kemudian menjamur, terutama besutan Jepang. Hingga akhirnya mobil listrik kalah dan menjadi kenangan saat tahun 1960 an.

Kenangan itu bangkit di tahun 2003 saat Tesla didirikan oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Elon Musk memberikan pendanaan awal pada Tesla sebesar 7,5 juta dollar setelah menjual PayPal ke eBay.

Memasuki tahun 2004, Musk menjadi komisaris utama dan empat tahun kemudian lahirlah Roadster yang merupakan mobil listrik pertama produksi Tesla. Setelah Roadster, mulai muncul Model S, X, 3, Y hingga Cyber Truck.

Mobil listrik Tesla pun semakin populer. Tesla memang didirikan untuk membuktikan bahwa mobil listrik bisa lebih baik, cepat dan efisien dibanding kendaraan dengan bahan bakar bensin. Salah satu jurnal menyebutkan munculnya Tesla terjadi saat bumi perlahan hancur karena polusi kendaraan berbahan bakar bensin.

Di California misalnya, kendaraan berbahan bakar bensin menyumbang lebih dari 22 juta ton emisi tiap tahun. Mulai dari karbon dioksida, sulfur, karsinogen, senyawa timbal, dan lainnya. Kepopuleran Tesla bukan karena semata-mata membutuhkan kendaraan yang lebih cepat, tetapi karena dibutuhkan mobil seperti ini.

Mobil Buatan Tesla Mempunyai Semua Persyaratan Mobil Listrik Yang Baik

Perjalanan Tesla tidaklah mulus. Sejak tahun 1960 an dunia hanya mengenal mobil dengan bahan bakar bensin. Untuk membuat pengguna Tesla nyaman, SPBU mobil listrik didirikan, tak lupa juga supercharger yang memungkinkan kendaraan bisa diisi daya sampai dengan 85 kWh.

Hingga 2021, Tesla sudah memiliki 17.000 supercharger yang tersebar di seluruh dunia, yang paling banyak di Amerika Serikat. Suksesnya perusahaan ini bukan hanya karena promosi penyelamatan bumi-nya tapi juga karena produk yang ditawarkan berkualitas.

Dalam salah satu majalah otomotif Amerika menyebutkan mobil buatan Tesla mempunyai semua persyaratan mobil listrik yang baik. Berkat kesuksesannya ini, komisaris Ford Motor, bahkan menyatakan mengangkat topi ke Tesla.

Tesla Model 3 sempat dibongkar dan diperiksa hardwarenya pada ponsel oleh Nikkei Business Publication, mereka menyebutkan bahwa seharusnya teknologi ini baru ada tahun 2025. Tak hanya soal chip, fiturnya sangat canggih seperti update over the air yang memungkinkan diperbarui melalui internet ponsel.

Namun, di luar itu dengan beralihnya kendaraan bensin ke listrik, pemerintah perlu memikirkan nasib para pekerja bengkel, pemilik dan karyawan SPBU Pertamina. Pemerintah juga harus memikirkan bagaimana siswa dan mahasiswa yang belajar otomotif juga belajar kendaraan listrik.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top